Kamis, 19 Agustus 2010

Journey to the East



Suatu siang di kota Semarang. Jumat, 17 Oktober 2008 kami 3maskenter (John/Oden,Hanin/Meronpan,Zem/Ramen) melakukan perjalanan “Journey To The East”. Rincian perjalanannya sbb:
07.50-09.50 aku(John) kuliah
10.00 menjemput Hanin di sastra UNDIP
10.15 sampai di SMA N 3 SMG
Waduh... kayakna ug ribet bgd y alo gni...
Gnti cara critanya aj...
Setelah kami melakukan ibadah Shalat Jumat di Bank Jateng, kami ingin meluncur ke rumah Onya/Dango. Namun, kami beranjak ke rektorat UNDIP yang berada di Tembalang karena Hanin dan Zem ingin mengambil kaos OR. Sesampainya kami di rektorat Zem bertemu temannya dan dia diberi tahu tempat untuk mengambil kaos tsb. Teman Zem sebut saja si Sastro(bukan nama sebenarnya).”Tempatnya naek” kata Sastro(kurang lebih begitu). Kemudian kami pun mulai berjalan. Kami menaiki tangga yang berada di sebelah kanan. Lalu kami bingung dimanakah tempat untuk mengambil kaos tsb. Si Zem lalu bertanya kpd bpk2 yg berada tidak jauh dari kami. Ternyata bapak2 itu tidak tahu, malahan kami di suruh bertanya kepada satpam. Namun, satpam yang dimaksud tidak berada di tempat. Kami memutuskan untuk kembali lagi ke jalur semula. Ternyata eh ternyata tempatnya hanya lurus saja dan memang naek. Akhirnya Hanin dan Zem mempersiapkan persyaratan yang digunakan untuk mengambil kaos tsb. Tetapi Zem tidak membawa persyaratan itu jadi hanya Hanin yang mengambil kaos OR.
Lalu kami kembali ke tujuan semula. Yaitu ke rumah Onya. Kemudian kami keluar dari kawasan UNDIP menuju ke Sigar Bencah. Tapi, Zem salah jalan. Lalu aku diminta untuk menunjukkan jalan yang benar. Setelah sampai di Sigar Bencah Zem kembali untuk memimpin jalan. Kami pun menelusuri jalan yang menurun itu. Kami mengikuti petunjuk yang diberikan Onya. Setelah sampai di tempat2an(bukan tempat yang sebenarnya) yang dimaksudkan dalam petunjuk kami menuju ke sana. Tempat2an itu mencerminkan petunjuk yang diberikan. Petunjuk itu adalah “gang yang jalannya dua arah trus di tmbknya ada keramik hitam” “pas ada bunderan turun di turunan”. Namun, dari petunjuk itu ada yang tidak ada dalam jalan tersebut yaitu keramik hitam. Kemudian Zem dan Hanin berbelok ke tempat itu. Aku sebenarnya bingung kenapa mereka ke tempat itu. Aku pun hanya terdiam membisu. Benar saja, setelah sampai di bunderan aku mulai pesimis. Memang ada turunan di situ. Tetapi turunan itu sangat curam dan berbatu. Aku bingung ini beneran jalan nya apa bkn. Lalu aku berpikir, apakah bisa selamat atau tidak bila melewati jalan itu. Lalu kami pun pergi dari situ.
Kami kembali ke main road aias jalan utama. Kami melanjutkan perjalanan ke rumah Onya. Namun, apa yang terjadi sdr2???? Kami tersesat. Akhirnya kami mengakhiri pencarian. Teriknya matahari, keringnya tenggorokan, tidak tahu nya arah, bensin yang tipis, dan kantong yang bolong membuat kami putus asa. Kami pun akhirnya makan di warteg M****L. Selidik punya selidik jgn2 kami tersesat karena niat kami yang jahat. Yaitu ingin merampok di rumah Onya alias meminta makan. Dan sebelum Jumatan Zem sempat bilang “Kita mengikuti Sunnah Rasul aja. Alo brgkt dan plg Jumatan dengan rute yang berbeda maka akan mendapat pahala”. Itulah “Journey To The East” with 3maskenter. Wassalam. ^_^V

Tidak ada komentar:

Posting Komentar